Tampilkan postingan dengan label KISAH PENDEKAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH PENDEKAR. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Maret 2017 1 komentar

KISAH PENDEKAR HARIMAU

Pendekar Besar Chusnan David
Jurus harimau perguruan Tapak Suci diciptakan oleh pendekar besar Chusnan David. Pada tahun 1992 sebagai amanah dari pendekar Besar Barie Irsjad.

Pendekar Besar Chusnan David lahir di Surabaya pada 3 November 1945. Dengan nama lengkap Chusnan Hasan David.  Beliau sebelum masuk menjadi anggota Tapak Suci. Beliau adalah anggota perguruan Silat Lembaga Seni dan Budaya Indonesia pada tahun 1965, yang kini lebih dikenal menjadi perguruan silat Perisai Putih. Pendekar Chusnan David juga pernah belajar di Perguruan SH Terate. Namun dengan alasan prinsip akidah beliau tidak melanjutkan bergabung dengan SH Terate. Selain belajar Silat Pendekar Chusnan David juga pernah belajar Judo dan Jujitsu.

Pada periode 1960-an Muhamaddiyah Surabaya membutuhkan Latihan Beladiri. Karena kebutuhan akan ilmu bela diri sangatlah diperlukan dalam rangka menghadapi teror-teror yang senantiasa dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), terhadap umat Islam. Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara dengan KOKAM-nya (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang merupakan salah satu unsur dari sebuah generasi yang bertanggungjawab terhadap tetap tegaknya agama Islam di bumi Indonesia, merasa terpanggil untuk berjuang melawan teror-teror yang dilaksanakan secara keji oleh PKI dan antek-anteknya.

Salah seorang yang mendapat kepercayaan untuk melatih Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara saat itu adalah Agus Tcik. Pembinaan dan latihan bela diri dilaksanakan pada akhir tahun 1961, bertempat di Madrasah al Mufidah (Masjid Taqwa), Jl. Kampung Baru Nur Anwar Gang I (sekarang Jl. Kalimas Udik), Surabaya.  Namun kemudian sangat disayangkan latihan dan pembinaan yang baru berjalan seumur jagung tersebut tidak dilanjutkan, karena Agus Tcik tugas pekerjaannya harus pindah ke Sulawesi. Namun demikian, Agus Tcik telah berhasil menanamkan dasar-dasar bela diri kepada anggota Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara. Kemudian segala kegiatan bela diri dalam lingkungan Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara akhirnya terhenti, yang tersisa hanyalah semangat untuk tetap mempertahankan Agama Islam dan segala macam upaya untuk melawan rongrongan yang senantiasa dilancarkan oleh PKI.

Pada awal tahun 1963, Madrasah Al-Mufidah mendapatkan seorang ustadz alumni dari Muallimin Yogyakarta. Beliau adalah M. Yazid. M. Yazid merupakan seorang guru beladiri juga. Melihat kenyataan bahwa kegiatan Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara yang sedang lesu, padahal semangat Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara untuk berlatih bela diri sangat besar, maka dengan dasar Jiwa bela diri dan wawasan berorganisasi yang cukup luas, beliau merasa terpanggil untuk menggalang kembali latihan bela diri dalam sebuah wadah organisasi. Atas dukungan ikhlas dari K.H. Ainur Rofiq Mansyur, maka dibentuklah sebuah Organisasi Bela Diri Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara dengan nama: TUNAS MELATI. 

Pada awal tahun 1966, Pemuda Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI). Salah satu cabang olah raga yang diperlombakan adalah Pencak Silat. Dalam memakmurkan cabang olah raga ini, ternyata Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara tidak mempunyai atlet/pesilat yang bisa diandalkan untuk meraih juara. Atas usul dari salah seorang aktivis Tunas Melati yang juga merupakan paman dari Pendekar Chusnan David, perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara dalam cabang Pencak Silat akhirnya dipercayakan kepada Seorang Pemuda bernama Chusnan David yang saat itu masih berusia 19 tahun. Kepercayaan tersebut dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, Chusnan David memilih sendiri partner Silatnya. Dari beberapa calon pesilat diuji fisik, kecepatan, serta ketrampilan pencak silatnya. Namun banyak yang gugur tidak memenuhi kualifikasinya.  Ditengah hampir keputusasaannya akhirnya muncul pemuda bernama Alimun ( pesilat dari pencak Tradisional jawa). Alimun diuji dan lulus memenuhi kualifikasi menjadi partner Silat Chusnan David.

Dalam ajang PORSENI pasangan Chusnan David dan Alimun berhasil meraih predikat sebagai Juara I untuk semua jenis kategori lomba Pencak Silat, “Tunggal Tangan Kosong dan bersenjata dan kategori ganda Tangan Kosong”.

Sementara itu Kesibukan M. Yazid  telah memaksa beliau untuk mengundurkan diri sebagai pelatih Tunas Melati. Sehingga sangat disayangkan upaya-upaya yang telah dirintis oleh M. Yazid untuk membentuk sebuah organisasi yang lebih berkembang, ternyata tidak bisa diikuti oleh beliau.

Pada pertengahan tahun 1966 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya menunjuk Chusnan David menjadi pelatih Beladiri untuk Pemuda Muhammadiyah menggantikan M. Yazid. Hati Chusnan David merasa trenyuh dan tergugah saat itu karena merasa dihormati oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Tidak pernah terfikir sebelumnya bagaimana pantas beliau hanya seorang pemuda melatih beladiri orang orang yang lebih tua dan berat badannya juga lebih berat dari beliau. Namun atas niatan yang kuat dan atas Rahmat Allah pelatihan beladiri Tunas Melati saat itu berjalan lancar dan berkembang dalam masyarakat dan Pemuda Muhammadiyah. Dan orientasi latihan beladiri saat itu adalah murni untuk pertahanan diri melawan PKI. Yang mana saat itu banyak sekali pembunuhan terhadap umat Islam oleh PKI.

Pada pertengahan tahun 1966, Tapak Suci Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pagelaran Pencak Silat bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jl. Bubutan, Surabaya. Rupanya pagelaran tersebut telah menggugah para aktivis Tunas Melati untuk berubah menjadi Tapak Suci. Berbekal dari keberhasilan pada PORSENI Pemuda Muhammadiyah, serta didorong oleh semangat kuat untuk mendirikan sebuah organisasi bela diri yang bersifat metodis dan dinamis, maka pengurus dan anggota Tunas Melati telah bertekad bulat untuk mendirikan Tapak Suci di Surabaya.

Persiapan dalam rangka terbentuknya Tapak Suci Surabaya kemudian diselenggarakan dengan penuh rasa tanggung jawab, serta tidak jarang disertai dengan adanya rapat yang dibayangi oleh todongan senjata api dari oknum-oknum pada saat itu yang merupakan antek PKI.

Untuk keseragaman keilmuan Tapak Suci dalam mewujudkan hal ini, Chusnan David tidak segan-segan setiap hari Sabtu hingga Ahad datang secara langsung untuk berlatih ke pusat Perguruan Tapak Suci di Yogyakarta, tidak jarang latihan tersebut berlangsung ba’da jama’ah Isya’ hingga menjelang jama’ah Shubuh.

Hingga pada akhirnya beliau diberikan amanat oleh Pendekar Besar Barie Irsjad untuk melengkapi kurikulum keilmuan di Tapak Suci. Chusnan David menciptakan Jurus Harimau. Dalam kurun waktu 1 - 2 bulan Jurus Harimau 1 dan 2 tersusun dan telah teruji kelayakannya. Dengan demikian Chusnan David dianugerahi Gelar Pendekar Utama oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci. Jurus Harimau karya dari Pendekar Chusnan David bersifat agresif dan mematikan. Tidak memberikan kesempatan lawan untuk menyerang kembali. Gerakan Jurus Harimau banyak diadopsi dari gerakan Judo dan Jujitsu sehingga Jurus Harimau tersaji dengan teknik pertarungan yang lengkap dan menarik. Perpaduan antara Ilmu Silat, Judo dan Jujitsu di dalamnya. Ada sistem pertarungan atas dan sistem pertarungan bawah.

Menurut pendekar Chusnan David, manusia berlatih ilmu beladiri bertujuan untuk mencapai ketajaman reflex action dan reflex automatic action dalam mempertahankan diri. Karena pada dasarnya manusia sudah memiliki insting (naluri) dan intuisi membeladiri sejak lahir ketika manusia mendapatkan suatu ancaman. Manusia memiliki 4 in” yang harus dipahami ; Insting, inisiatif, intuisi, dan inspirasi. Insting adalah kemampuan yang dimiliki manusia sejak lahir untuk mempertahankan diri secara alami. Inisiatif adalah kemampuan manusia membeladiri yang dimilikinya dari hasil belajar atau berlatih. Intuisi adalah kemampuan manusia mengukur kekuatan membeladiri diri sendiri dan mengukur kemampuan lawan. Sementara Inspirasi adalah kemampuan manusia dalam mengamalkan ilmu Beladirinya untuk menjadi inspirasi bagi manusia lainnya. Ukuran kemampuan beladiri seseorang tidak bisa diukur dari berapa lamanya latihan. Tapi yang menjadi ukuran adalah seberapa intensif seseorang itu berlatih.

Sejak bergabung dalam TAPAK SUCI Pendekar Chusnan David tidak pernah mengharapkan dirinya menjadi Seorang Pendekar. Beliau hanya termotivasi untuk terus mengamalkan ilmunya dengan ikhlas, bermanfaat untuk kemaslahatan umat, dan biarkan masyarakat yang menilainya.

Pendekar Besar Chusnan Hasan David, Wafat Pada hari kamis, 16 Januari 2020 pada usia 75 tahun di Gresik, Jawa Timur tepatnya di Perumahan Ghraha Taman Tirta Gresik yang kemudian Jenazah beliau  dibawa ke Pondok Permata Suci (PPS) Rumah Ustad Zamroni (Anak Beliau).



Pesan dari pendekar Chusnan David. Berlatihlah untuk mencari ilmu dan beramalah dengan ikhlas tidak untuk mencari tingkatan dan jabatan. Karena Semakin tinggi ilmu yang kita ketahui diri kita akan merasa semakin bodoh.... Gelar Pendekar tidak perlu dikejar karena gelar pendekar adalah anugrah. Sejatinya pendekar adalah orang yang telah berjasa pada masyarakat”.


Aplikasi Jurus Terkaman Harimau



Selasa, 17 April 2012 0 komentar

Sejarah Pendekar Merpati

Oleh Danar
(Sumber hasil wawancara dengan Pendekar Ismail Navianto, PBr saat Ujian Kenaikan Tingkat Kader di SMK Muhammadiyah - Kaujon Serang Th 2013)

Penyusun Jurus Merpati Perguruan Tapak Suci berasal dari kota apel yaitu Malang - Jawa Timur. Beliau adalah Bapak Pendekar Besar Ismail Navianto, SH, MH. Pak Is begitulah beliau akrab disapa oleh murid muridnya. Pak Is adalah seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.
Pada tahun 1968 saat itu masih maraknya aksi dari organisasi KAMI dan KAPI. perguruan Tapak Suci menggelar demonstrasi dan Kejuaraan di Malang Jawa Timur. Melihat pagelaran Perguruan Tapak Suci itu Beliau menjadi tertarik untuk bergabung. Beruntunglah beliau mempunyai seorang sahabat Aktivis Muhammadiyah yang bernama Karim yang mengajak pak Ismail untuk bergabung di Tapak Suci dengan tujuan untuk mendirikan latihan di Malang Jawa Timur. Akhirnya pada  akhir tahun 1969 Bapak Ismail Navianto bergabung di Tapak Suci tapi pelatihnya tidak ada. Dimana pada masa itu keilmuan Tapak Suci masih belum tertata (belum mempunyai metode).
Akhirnya untuk mempelajari keilmuan Tapak Suci pak Ismail Navianto harus berlatih keliling Jawa Timur. Pak Ismail Navianto sowan (berkunjung) ke rumah para pendekar Tapak Suci di Jawa Timur. Seperti di Jember ke rumah Pendekar Besar Nizam Firdaus, beliau berlatih dengan Pendekar Buchori Achmad (Penyusun Jurus Lembu).  Beliau juga berlatih dengan Pendekar Besar Hadji syeh. Kemudian menuju Mojokerto pendekar Hamid dan Surabaya ke Pendekar Besar Kusnan David (penyusun Jurus Harimau). Beliau belajar dengan tekun Hingga akhirnya beliau dipercaya menjadi pelatih Tapak Suci pertama di Kab Malang - Jawa Timur.
Namun tidak cukup sampai disitu. Pak Ismail Navianto masih terus mengembangkan latihannya dengan berkunjung ke Yogjakarta langusung bertemu dengan Pendekar Besar Barie Irsjad. Dan sering mengikuti kegiatan kegiatan Tapak Suci seperti sarasehan Pendekar dan sebagainya. Hingga pada akhirnya beliau diberikan amanat langsung oleh Pendekar Besar Barie Irsjad untuk menyusun Jurus Merpati yang akan menjadi sumber keilmuan perguruan Tapak Suci.
Pada Tahun 1980 tersusunlah Jurus Merpati yang dipersembahkan untuk Perguruan Tapak Suci dan saat itulah Bapak Ismail Naviato diberikan gelar kependekarannya.
Susunan gerak Jurus Merpati mempunyai perpaduan gerak dari 3 aliran beladiri yaitu Hokian, Judo dan Pencak Silat. karena sebelumnya Pak Ismail Navianto sendiri pada tahun 1975 secara privat pernah belajar Kungfu dan pernah menjadi seorang pejudo yang kemudian belajar pencak silat.
Prinsip gerakan Jurus Merpati ini sebenarnya adalah cenderung menghindar, meminimalisirkan benturan pada serangan lawan namun memiliki serangan yang sangat mematikan. Sesuai dengan filosofi dari karakter hewan merpati yaitu yang terkenal dengan istilah jinak jinak merpati. Menurut Bapak Ismail Navianto bahwa Jurus Merpati ini sangat cocok digunakan oleh pesilat wanita. Karena karakternya jurus ini seperti sifat wanita ketika didekati pria yaitu jinak jinak merpati. selanjutnya prinsip serangan pada Jurus Merpati ini adalah menggunakan kecepatan dan ketepatan sasaran. Karena rahasia kekuatan serangan nya adalah dengan serangan yang cepat maka tenaga yang ditimbulkan juga sangat kuat. Seperti yang dituturkan oleh beliau yaitu jurus Merpati mengibas sayap. "Untuk menjatuhkan lawan kita tidak perlu latihan khusus untuk melatih kekuatan alat penyasar kita. Tapi yang perlu dilatih adalah ketepatan sasaran kita. Merpati mengibas sayap menggunakan Pangkal telapak tangan. Jika kita menyerang lawan tepat mengenai rahang maka lawan sebesar apapun pasti roboh tak sadarkan diri".
Keunikan Jurus Merpati dengan Jurus Tapak Suci lainnya adalah Pada jurus merpati sangat diprioritaskan suatu kelincahan gerak dan kecepatan serangan. berbeda dengan jurus yang lainnya hampir semua mempunyai karakter untuk maju terus menerjang lawan sehingga banyak terjadi benturan dengan serangan lawan.
Tingkat kesulitan Jurus Merpati disini adalah pada mulanya pesilat akan awam dengan bentuk kuda kudanya. karena di dasar pembelajaran pertama mengenal kuda kuda di tingkat dasar memang tidak ada pengajarannya. Sehingga ketika belajar Jurus Merpati pesilat akan mengenal hal baru dari bentuk kuda kuda dan perubahan bentuk kuda kudanya. Dimana pada Jurus Merpati banyak menggunakan bentuk kuda kuda sempit dan cenderung bertumpu pada satu kaki. Karena memang agar pesilat bisa bergerak lincah dengan bentuk  kuda kuda sempit. Sebenarnya Jurus Merpati ini ditujukan sesuai dengan seorang pesilat yang mempunyai fisik yang lemah. Karena seorang dengan fisik yang lemah tidak bisa melakukan banyak benturan dengan lawan tapi dibutuhkan suatu kelincahan gerak untuk menghadapi lawan.
Untuk aplikasi jurus Merpati ketika menghadapi lawan beliau menuturkan bahwa kita harus bisa mengetahui timing kelemahan lawan. "Titik kelemahan lawan yaitu ketika lawan menyerang atau melangkah dengan perubahan kuda kudanya maka bagaimana kita bisa memasukan serangan kita secara tepat.Karena ketika lawan menyerang atau melakukan perubahan kuda kudanya disitulah letak hilangnya keseimbangan tubuh lawan".
Tiga Pendekar Legendaris dari Jawa Timur

Pendekar Besar DR, H, Ismail Navianto, MH meninggal pada tanggal 22 Juli 2021 pukul 23.50 WIB di RKZ Malang, Jawa Timur. Karena Sakit. 


Demikianlah sekilas tentang sejarah Jurus Merpati semoga bisa bermanfaat...


Bapak Pendekar Besar Ismail Navianto,SH,MH : memberi sambutan di UKT kader dan Pendekar di Serang - Banten

Bapak Pendekar Besar Ismail Navianto,SH,MH : Memberikan materi keilmuan


Jumat, 27 Januari 2012 10 komentar

Kisah Pendekar Rajawali (Tan Fung Wiek)

Pendekar Anas sebelah kiri melakukan sikap Tapak Suci

Pencipta Jurus Rajawali Perguruan Tapak Suci adalah Pendekar Mohammad Anas. Beliau adalah Warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tinggal di daerah pasar baru Jakarta Pusat. Sebelum kenal Tapak Suci dan masuk Islam beliau memiliki nama asli Tan Fung Wiek.

 Tan Fung Wiek Lahir : Jakarta, 13 Agustus 1947 Wafat : Jakarta Timur, 27 September 2002. Sebelum Tan Fung Wiek bergabung di Tapak Suci. Tan Fung Wik belajar Ilmu Beladiri dari Perguruan Kungfu aliran Lo Ban Teng 

MOH ANAS, PKa (Alm)

Lo Ban Teng adalah nama ahli Kungfu lahir di Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, propinsi Hok-kian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886), adalah ayah dari Lo Siauw Gok, seorang sinshe dan guru kung fu legendaris Indonesia.

Suatu ketika Tan Fung Wiek bertemu Pendekar Besar Barie Irsjad di Menteng Jakarta Pusat. Kiranya benar pepatah yang bilang: lahir silat, (untuk) mencari kawan. Tan Fung Wiek terkesan dengan sosok Pendekar Barie Irsyad, tidak saja dengan kehandalan pencak silat, namun juga dengan kepribadian Pendekar M. Barie Irsjad. Dari pertemuan itu, Tang Fung Wiek tertarik untuk belajar pencak silat. Akhir Tan Fung Wik belajar keilmuan TAPAK SUCI dengan Pendekar Barie Iryad secara langsung di Yogjakarta. Bahkan tak hanya itu, ia ternyata juga tertarik mendalami ajaran Islam. Dan Tan Fung Wiek menjadi mu’allaf, namanya berganti menjadi Muhammad Anas.
Dan Tan Fung Wiek pun dibimbing Keislamannya oleh Pedekar Barie Irsjad bersama Tapak Suci. Pendekar M. Barie Irsjad melihat bakat beladiri Muhammad Anas yang istimewa. M. Anas (Tan Fung Wiek) mempelajari secara mendalam berbagai macam jenis dari Pendekar M.Barie Irsjad, termasuk senjata-senjata yang diciptakan oleh Pendekar M. Barie Irsjad.Untuk memperoleh gelar kependekarannya Muhammad Anas harus menampilkan Karya nyata sesuai tradisi perguruan Tapak Suci. Dan Muhammad Anas diberi amanat  menyusun Jurus Rajawali dan mendidikasikannya sebagai sumber keilmuan Tapak Suci.Jurus Rajawali diciptakan mempunyai karakter yang mengadopsi dari jurus jurus Lo Ban Teng. Jika diperhatikan dan dipelajari seksama maka Jurus ini akan nampak seperti aliran Beladiri WingChun. Karena karakter Jurus ini dominan di pertarungan jarak pendek dan cenderung defensif dan memiliki serangan yang sangat mematikan. Jurus Rajawali menggunakan penyaluran tenaga dari pinggang yang diringi dengan pernafasan yang disebut dengan istilah Kocokan (Ngo Co an).
Untuk melatih penyaluran tenaga dalam teknik Kocokan. Diperlukan untuk latihan angkat beban. Yang disebut dengan istilah Sosohan. Dan Untuk melatih kekuatan alat penyasar Rajawali. Pesilat harus melakukan ngoki (Ngoh Qi). Ngoki adalah saling membenturkan alat penyasar Rajawali.
Dalam kiprahnya Pendekar Anas di Tapak Suci telah banyak menelorkan pesilat pesilat Tapak Suci yang tangguh di Jakarta Pusat. Beliau mendirikan tempat latihan di rumahnya di Jl. Kartini III dalam, Pasar baru, Jakarta Pusat. Banyak warga setempat yang mengenal ketokohan pendekar Anas.
Hingga akhir hayatnya Pendekar Anas mencintai tapak suci. Menurut andreas 
Ivan Jansen selaku cucu dari Pendekar Anas dari ayahnya dia menuturkan Motto Pendekar Anas adalah "Allah no1 dan no 2 nya adalah Tapak Suci." Dan semua keluarga bisa menerima prinsip beliau jika keluarga di no 3 kan. Karena mnurut beliau yg no 2 itu adalah amal dan ibadah beliau kepada sang khalik, dan di tapak suci itulah beliau curahkan semua amal ibadahnya.

Selain Keilmuan Tapak suci, keahlian lain dari Pendekar Anas adalah kemampuan beliau dalam meramu sebuah obat gosok. Obat gosok yang diberi merek “Obat Gosok TAPAK SUCI” ini populer di Jakarta. Saat itu obat gosok ini memang belum lancar didistribusikan ke daerah-daerah. Obat gosok ramuan Pak Anas ini berkhasiat untuk membantu penyembuhan cidera pada atlet ataupun sekedar untuk mengembalikan kebugaran sehabis latihan, seperti seusai latihan “nyosoh”.    
Obat Gosok Tradisional karya Pendekar Anas

Herison Jadi Model Obat Gosok

Jurus Rajawali adalah Jurus yang berfungsi sebagai tangkisan dengan alat penyasar pangkal lengan. Nama Jurus ini terinspirasi dari Burung Rajawali. Burung Rajawali adalah burung pemangsa. Ia memiliki sayap yang lebar dan kokoh. Kakinya yang kuat untuk mencengkeram mangsa.

Variasi nama dari Jurus Dasar rajawali sesuai karakter dari Burung Rajawali.

Rajawali Mengibas Sayap

Rajawali Membentang Sayap

Rajawali membuka sayap 

Rajawali menutup sayap

Pendekar Anas
Semoga kisah ini bisa dijadikan sebagai motivasi dalam berlatih, loyalitas terhadap perguruan, semangat dalam dakwah Islam melalui Pencak Silat Tapak Suci.

Dengan segala kerandahan hati penulis memohon maaf apabila adanya kesalahan informasi dalam penulisan. Dan penulis berharap adanya masukan dari pembaca guna untuk menyempurnakan tulisan ini lebih lanjut.


JAYA SELALU TAPAK SUCI
 
;